Tampilkan postingan dengan label entrepreneurship. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label entrepreneurship. Tampilkan semua postingan

Organisasi sebagai Sistem Kerjasama



Dari paparan tentang lahir dan keberadaan organisasi di atas dapat dikatakan bahwa setiap orang tidak lepas dari organisasi karena ia hidup di tengah-tengah masyarakat dengan macam-macam organisasi. Setiap orang menjadi anggota atau pengurus satu organisasi atau lebih. Misalnya seseorang menjadi anggota atau pengurus Rukun Tetangga dari suatu Rukun Warga yang ada di suatu Kelurahan, tetapi juga menjadi anggota ataupun pengurus organisasi pemuda, partai politik, organisasi keagamaan, kelompok arisan dan yang lain.

Dari pengalaman sehari-hari kita tidak asing dengan organisasi. Artinya kita sudah menghayati organisasi karena telah hidup di dalamnya dan dipengaruhinya, meskipun sangat mungkin orang yang satu akan memandang organisasi berbeda karena sudut pandangnya yang berlainan dari orang-orang lainnya.

Sutarto (2000, 22-37) mengklasifikasikan 3 (tiga) pandangan tentang organisasi :

a.       Organisasi dipandang sebagai kumpulan orang.

b.      Organisasi dipandang sebagai proses pembagian kerja.

c.       Organisasi dipandang sebagai sistem kerjasama.

Berdasarkan pandangan-pandangan tersebut dapat dirumuskan definisi pengertian organisasi sebagai sistem kerjasama yang dibentuk berdasarkan pembagian kerja di antara sekumpulan orang untuk mencapai tujuan.

Sistem kerjasama adalah kesatuan dari berbagai unsur atau bagian seperti manajer (kepala, pimpinan, pejabat, atasan) dan bawahan, anggota, pengikut, pegawai dari unit kerja-unit kerja yang ada di semua level, yang saling berhubungan, memiliki pekerjaan, fungsi, tugas tertentu yang dimaksudkan untuk mencapai tujuan. The Liang Gie menggambarkan sistem kerjasama seperti pada gambar 1 di bawah ini.

Gambar sistem kerjasama tersebut dapat diuraikan sebagai berikut. Setiap organisasi pasti memiliki tujuan yang ingin dicapai atau diwujudkan. Tujuan dicapai melalui pekerjaan-pekerjaan (aktivitas-aktivitas). Pekerjaan yang dimiliki organisasi dikelompokkan dalam fungsi-fungsi dan setiap fungsi menjadi tanggungjawab suatu unit kerja tertentu. Misalnya fungsi produksi dilakukan oleh divisi produksi, fungsi pemasaran dilakukan oleh unit pemasaran, fungsi keuangan dilakukan oleh bagian keuangan dan sebagainya. Setiap fungsi terdiri dari beberapa tugas. Tugas ini yang dibagi-bagi atau diberikan kepada setiap orang atau sekelompok orang untuk dilakukan. Kepada pimpinan unit ataupun setiap petugas diberikan wewenang (otoritas) oleh atasannya sebagai tanda legalitas (kesahan) untuk mengemban fungsi dan tugas-tugas. Pemberian wewenang ini diwujudkan dengan pemberian surat keputusan pengangkatan pada suatu jabatan atau sebagai petugas tertentu. Dengan surat keputusan tersebut seseorang memiliki tanggungjawab formal, dan diharapkan melaksanakan fungsi dan tugasnya dengan segenap kemampuan dan kemauan yang dimiliki. Atasan yang telah memberikan sebagian wewenangnya pada suatu saat akan meminta pertanggungjawaban dari bawahannya, dan bawahan berkewajiban memberikan pertanggungjawaban baik lisan ataupun tertulis sesuai permintaan dan ketentuan. Pertanggungjawaban tersebut berbentuk penyampaian laporan pelaksanaan tugas-tugas atau fungsi. Selanjutnya oleh atasan, laporan ini digunakan sebagai bahan evaluasi pencapaian tujuan, dan bahan penetapan tujuan lebih lanjut pada periode berikutnya.


entrepreneurship leadhership organisasi

KEKUATAN MENJADI PENGUSAHA SUKSES


1. KEKUATAN IMAN (Faith Power)

Kekuatan Iman, merupakan hal paling pokok dan paling penting…nomer satu yang mesti dimiliki oleh Entrepreneur. Kekuatan Iman, selain mengartikan bahwa kita memang wajib percaya, bahwa ALLAH pasti akan menolong kita…juga mewajibkan kita untuk “mengimani” atau meyakini apa pun jalan yang telah kita tempuh itu memang benar adanya. Jangan jadi orang yang selalu ragu-ragu…begitu… Percaya Diri saja!

Dengan Iman, kita akan menjadi makhluk yang selalu pandai bersyukur, senang membantu sesama, dan tidak pernah tinggi hati.

2. KEKUATAN PIKIRAN (Mind Power)

Kekuatan Pikiran artinya, kita jangan gampang berpikir untuk menyerah, jangan mudah untuk berpikir tidak mampu. Karena apa pun yang kita pikirkan tersebut…benar adanya, dan pasti segera berwujud menjadi kenyataan. Karena, Ingatlah! pikiran kita punya kekuatan super… Super Mind Power!!! Pikirkanlah hanya hal-hal positif! Jadi jangan meremehkan pikiran kita sendiri ya…entar menyesal belakangan deh..

3. KEKUATAN KESEHATAN (Healthy Power)

Kekuatan Kesehatan mengingatkan kita semua, agar selalu menjaga kesehatan fisik maupun psikis, kesehatan raga dan jiwa. Jangan sampai kita terlena dengan hanya berusaha dalam bisnis, sehingga melupakan kesehatan…akhirnya kita jatuh sakit secara fisik maupun psikis. Ini bisa menyebabkan bisnis kita hancur berantakan!!! Uang kita juga bisa habis hanya untuk berobat ke dokter, ke paranormal…ke dukun..

4. KEKUATAN IMPIAN (Dream Power)

Kekuatan Impian tidak diragukan lagi, sebagai mesin penggerak menuju cita-cita kita. Tanpa impian, jangan harap kita bisa bergerak menuju kesuksesan. Dengan impian, kita menjadi bersemangat luar biasa prima saat bergerak menuju cita-cita. Tanpa impian, kita pastinya yaa diam aja di tempat…dan capee’ deh…diam melulu!

5. KEKUATAN KEMAUAN (Will Power)

Kekuatan Kemauan tentu saja juga harus kita punyai. Lha kalau tidak ada kemauan, bagaimana bisa ada jalan? Yaa nggak? Kata orang bijak kan begini: “Dimana Ada Kemauan, Disitu Ada Jalan”. Dengan kemauan tinggi pula, kita bisa menjadi orang yang sangat kreatif. Sehingga selalu ada jalan keluar bagi setiap permasalahan. Berbagai ide-ide besar dan cerdas juga bisa keluar karena kekuatan kemauan yang tinggi.

6. KEKUATAN JARINGAN (Networking Power)

Nah ini, Kekuatan Jaringan juga wajib dimiliki seorang Entrepreneur. Kita mesti berusaha untuk mempunyai banyak teman…gitu maksudnya. Tapi yaa nggak sembarangan teman lho, harus teman pilihan…mesti milih teman lah kita ini… Kalau nggak milih teman, wah…kita bisa keliru berteman dengan garong, maling, penyelundup, koruptor…berabe kan?

Oleh karena itu, untuk membangun Kekuatan Jaringan ini kita wajib pilih teman yang se-visi bisnis (ini lebih diutamakan), sebab kan kita lagi menggalang dukungan untuk bisnis kita, yaa nggak? Jadi bangunlah Kekuatan Jaringan Bisnis.


entrepreneurship

Ajaran Bisnis Ala Nabi SAW

Barokalloh...
Menurut berbagai sumber, Dalam bisnisnya Nabi Muhammad SAW meraih kesuksesan di 6 kota berbeda. 4 diantaranya adalah Bahrain, Jordan, Syam dan Yaman. Semua bisnis yang dijalankan oleh beliau hasilnya yang sangat memuaskan. Bahkan menurut beberapa sumber terpercaya, Beliau nyaris tak pernah mengalami kegagalan apalagi kebangkrutan dalam hal bisnis. Lalu bagaimana manajemen dan strategi Nabi dalam berbisnis? berikut adalah ulasannya.

JUJUR ADALAH KUNCI UTAMA

Kejujuran adalah kunci utama dalam bisnis. Inilah salah satu metode yang dilakukan oleh Nabi Muhammad. Bahkan karena kejujurannya, beliau dijuluki Al-Amin yang berarti sangat bisa dipercaya. Awalnya nabi memperoleh barang dagangan dari seorang saudagar kaya bernama Khodijah yang karena kejujurannya itulah ia terpikat lalu menjadikannya sebagai pendamping hidupnya.
Kejujuran menjadi sebuah branding yang melekat pada diri beliau. Orang-orang lebih memilih untuk membeli kepadanya karena merasa aman dan tidak akan ditipu. Ini karena beliau selalu jujur dalam berbisnis, seperti menjelaskan secara apa adanya tentang apa yang ia jual kepada pembelinya.

MENGHORMATI PEMBELI

Rasulullah memperlakukan pembeli seperti seorang saudara yang harus dibantu. Bagi Nabi Muhammad, bisnis merupakan sebuah kegiatan untuk membantu seseorang dalam memecahkan problemnya. Itulah inti bisnis yang sebenarnya. Oleh karena itu beliau sangat menghormati pembelinya layaknya saudara.

MENEPATI JANJI

Apapun alasannya, Seorang pebisnis wajib menepati janji pada pelanggannya. Contohnya adalah memenuhi deadline sesuai dengan yang telah disepakati sebelumnya . Hal ini akan menjadi kelebihan tersendiri bagi bisnis yang sedang kita geluti. Inilah salah satu cara sukses bisnis yang dilakukan oleh nabi.
Bagi beliau, menepati janji merupakan sebuah tanggung jawab yang harus dikerjakan. Bahkan bukan hanya menepati janji, beliau juga melakukan tugasnya dengan penuh tanggung jawab sehingga membuat investor dan pelanggannya sangat puas.
Firman Allah SWT,
Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah janjimu (QS Al Maidah: 1)

TIDAK MENJATUHKAN PESAING

Rejeki sudah ada yang mengatur, dikejar bagaimanapun kalau belum rejekinya ya tentu tidak akan bisa diraih. oleh karena itu Nabi sangat melarang seseorang menjatuhkan pesaingnya.
Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:
"Janganlah seseorang dari kalian menjual barang dengan tujuan menjelekkan apa yang dijual orang lain." (HR Bukhari)
Karena sesungguhnya prinsip utama dalam bisnis adalah bagaimana cara kita memuaskan dan melayani pelanggan, bukan malah iri dengki dengan pesaing. Naikkan kualitas bisnismu, dan biarkanlah pelanggan yang akan menilainya.

JANGAN MENIMBUN BARANG

Menyimpan atau menimbun barang demi keuntungan mendadak dalam jumlah besar sangat dilarang oleh islam. Misalnya seperti fenomena yang sering terjadi di negara kita, penimbunan BBM. Menjelang naiknya harga. Biasanya beberapa orang menyetok banyak BBM untuk dijual kembali pada saat harga bbm sudah naik. Dalam fiqh jual beli, praktek seperti ini disebut ihtikar dan hukumnya haram. Oleh karena itu janganlah mengambil kesempatan untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya ketika masyarakat sedang panik dan susah.

LUNASI GAJI PEKERJA TEPAT PADA WAKTUNYA

Bayarlah gaji pekerja tepat waktu. Karena mereka sudah rela memberikan semua tenaga dan waktunya ke kamu, maka kamu harus membayar gajinya sesuai dengan waktu yang disepakati. Jika waktu pemberian gaji tanggal 1, maka kamu wajib membayarnya di tanggal 1. Rasulullah SAW bersabda,
"Berikanlah upah kepada seorang pekerja sebelum keringatnya kering." (HR. Ibnu Majah)

JANGAN SAMPAI BISNIS MENGGANGGU IBADAH

Tidaklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembahku (QS Adzdzariyat: 56)
Dalam kehidupan ini, harta dan kekayaan bukan merupakan keistimewaan dan indikator kesuksesan yang sesungguhnya. Ada banyak orang mengaku beragama Islam tapi kerap melalaikan sholat lima waktu dan bahkan lupa membayar zakat karena sibuk berbisnis. Allah SWT amat tidak suka dan membenci hal ini. Bekerja memang bagian dari ibadah, namun itu bukanlah hal yang utama.
Firman Allah SWT,
"Dan sesungguhnya akhir (akhirat) itu lebih baik bagimu daripada permulaan (dunia)." (QS. Ad Dhuha: 4)
bisnis entrepreneurship leadhership religi

Manajemen Bisnis Rasulullah SAW

Kesuksesan Rasulullah SAW itu sudah banyak dibahas dan diulas oleh para ahli sejarah Islam maupun Barat. Padahal manajemen bisnis yang dijalankan Rasulullah SAW hingga kini maupun di masa mendatang akan selalu relevan diterapkan dalam bisnis modern. Setelah kakeknya yang merawat Muhammad SAW sejak bayi wafat, seorang pamannya yang bernama Abu Thalib lalu memeliharanya.

Abu Thalib yang sangat menyayangi Muhammad SAW sebagaimana anaknya sendiri adalah seorang pedagang. Tidak heran jika beliau telah pandai berdagang sejak berusia belasan tahun. Kesuksesan Rasulullah SAW dalam bisnis tidak terlepas dari kejujuran yang mendarah daging dalam sosoknya. (Semoga kejujuran ini dapat memberi motivasi positif dalam diri setiap kita berusaha, Amien…)
Selain itu, Muhammad SAW juga dikenal sangat teguh memegang kepercayaan (amanah) dan tidak pernah sekali-kali mengkhianati kepercayaan itu. Menurut sejarah, telah tercatat bahwa Muhammad SAW melakukan lawatan bisniske luar negeri sebanyak 6 kali diantaranya ke Syam (Suriah), Bahrain, Yordania dan Yaman.
Dalam semua lawatan bisnis, Muhammad selalu mendapatkan kesuksesan besar dan tidak pernah mendapatkan kerugian.
Lima dari semua lawatan bisnis itu dilakukan oleh beliau atas nama seorang wanita pebisnis terkemuka Makkah yang bernama Khadijah binti Khuwailid. Khadijah yang kelak menjadi istri Muhammad SAW, telah lama mendengar reputasi Muhammad sebagai pebisnis ulung yang jujur dan teguh memegang amanah. Lantaran itulah, Khadijah lalu merekrut Muhammad sebagai manajer bisnisnya. Boleh dikatakan bisnis yang dilakukan Muhammad dan Khadijah (yang menikahinya pada saat beliau berusia 25 tahun) hingga pada saat pengangkatan kenabian Muhammad adalah bisnis konglomerat.

Pola manajemen bisnis apa yang dijalankan Muhammad SAW sehingga bisnis junjungan kita itu mendapatkan kesuksesan spektakuler pada zamannya ? Ternyata jauh sebelum para ahli bisnis modern seperti Frederick W. Taylor dan Henry Fayol pada abad ke-19 mengangkat prinsip manajemen sebagai sebuah disiplin ilmu, ternyata Rasulullah SAW telah mengimplementasikan nilai-nilai manajemen modern dalam kehidupan dan praktek bisnis yang mendahului masanya. Berdasarkan prinsip-prinsip manajemen modern, Rasulullah SAW telah dengan sangat baik mengelola proses, transaksi, dan hubungan bisnis dengan seluruh elemen bisnis serta pihak yang terlihat di dalamnya.

Seperti dikatakan oleh Prof. Aflazul Rahman dalam bukunya “Muhammad: A Trader” bahwa Rasulullah SAW adalah pebisnis yang jujur dan adil dalam membuat perjanjian bisnis. Dia sering menjaga janjinya dan menyerahkan barang-barang yang dipesan dengan tepat waktu. Muhammad SAW pun senantiasa menunjukkan rasa tanggung jawab yang besar dan integritas yang tinggi dalam berbisnis. Dalam menjalankan bisnis, Muhammad SAW selalu melaksanakan prinsip kejujuran (transparasi). Ketika sedang berbisnis, beliau selalu jujur dalam menjelaskan keunggulan dan kelemahan produk yang dijualnya. Ternyata prinsip transparasi beliau itu menjadi pemasaran yang efektif untuk menarik para pelanggan. Beliau juga mencintai para pelanggannya seperti mencintai dirinya sehingga selalu melayani mereka dengan sepenuh hatinya (melakukan service exellence) dan selalu membuat mereka puas atas layanan beliau (melakukan prinsip customer satisfaction).

Dalam melakukan bisnisnya, Muhammad SAW tidak pernah mengambil margin keuntungan sangat tinggi seperti yang biasa dilakukan para pebisnis lainnya pada masanya. Beliau hanya mengambil margin keuntungan secukupnya saja dalam menjual produknya.Ternyata kiat mengambil margin keuntungan yang dilakukan beliau sangat efektif, semua barang yang dijualnya selalu laku dibeli Orang-orang lebih suka membeli barang-barang jualan Muhammad SAW daripada pedagang lain karena bisa mendapatkan harga lebih murah dan berkualitas. Dalam hal ini, beliau melakukan prinsip persaingan sehat dan kompetitif yang mendorong bisnis semakin efisien dan efektif.

Boleh dikatakan Rasulullah SAW adalah pelopor bisnis yang berdasarkan prinsip kejujuran, transaksi bisnis yang adil dan sehat. Beliau juga tidak segan mensosialisasikan prinsip-prinsip bisnisnya dalam bentuk edukasi dan pernyataan tegas kepada para pebisnis lainnya. Berdasarkan hal itu, beliau melakukan penegakan hukum pada para pebisnis yang nakal. Beliau pula yang memperkenalkan asas “Facta Sur Servanda” yang kita kenal sebagai asas utama dalam hukum perdata dan perjanjian. Berdasarkan apa yang dibahas di atas ini, jelas junjungan yang kita cintai itu adalah pebisnis yang melaksanakan manajemen bisnis yang mendahului zamannya. Bagaimana tidak karena prinsip-prinsip manajemen Rasulullah SAW baru dikenal luas dan diimplementasikan para pebisnis modern sejak abad ke-20, padahal Rasulullah SAW hidup pada abad ke-7. Dengan begitu, kita dapat mengatakan kepada pelaku bisnis, “Ingin bisnis sukses, jalankan manajemen bisnis Muhammad SAW!”.

(c )
entrepreneurship kepemimpinan note

SWOT


Strengths (internal, positive factors)/Kekuatan (internal faktor positif)

Kekuatan menggambarkan atribut positif, berwujud dan tidak berwujud, internal untuk organisasi Anda. Mereka harus berada dalam kendali Anda.

  • Apa yang Anda lakukan dengan baik?
  • Sumber daya apa internal yang Anda miliki? Pikirkan tentang hal berikut:
  • Atribut positif dari orang, seperti pengetahuan, latar belakang, pendidikan, kredensial, jaringan, reputasi, atau keterampilan.
  • Aktiva berwujud perusahaan, seperti modal, kredit, pelanggan yang sudah ada atau saluran distribusi, hak paten, atau teknologi.
  • Apa keuntungan yang Anda memiliki lebih dari pesaing Anda?
  • Apakah Anda memiliki kemampuan penelitian dan pengembangan yang kuat? 
  • Fasilitas manufaktur?
  • Apa lainnya positif aspek, internal untuk bisnis Anda, menambah nilai atau menawarkan keunggulan kompetitif?
Weaknesses (internal, negative factors)/ Kelemahan (internal faktor negatif)
Kelemahan aspek dari bisnis Anda yang mengurangi nilai Anda tawarkan atau menempatkan Anda pada kerugian kompetitif.
Anda perlu meningkatkan di daerah-daerah untuk bersaing dengan pesaing terbaik.
  • Faktor yang berada dalam kendali Anda apa yang mengurangi kemampuan Anda untuk mendapatkan atau mempertahankan keunggulan kompetitif?
  • Apa daerah perlu perbaikan untuk mencapai tujuan atau bersaing dengan pesaing terkuat Anda?
  • Apa kurangnya bisnis Anda (misalnya, keahlian atau akses ke keterampilan atau teknologi)?
  • Apakah bisnis Anda memiliki sumber daya yang terbatas?
  • Apakah Anda bisnis di lokasi yang miskin?
Opportunities (external, positive factors)/Peluang (eksternal, faktor positif)
Opportunities are external attractive factors that represent reasons your business is likely to prosper.
  • Peluang apa yang ada di pasar atau lingkungan yang Anda bisa mendapatkan keuntungan dari?Apakah persepsi Anda bisnis yang positif?
  • Apakah ada pertumbuhan pasar baru atau telah ada perubahan lain di pasar menciptakan kesempatan?
  • Apakah kesempatan yang sedang berlangsung, atau ada hanya jendela untuk itu? Dengan kata lain, bagaimana kritis adalah waktu Anda?
Threats (external, negative factors)/Ancaman (eksternal, faktor negatif)
Ancaman termasuk faktor eksternal di luar kendali Anda yang bisa menempatkan strategi Anda, atau bisnis itu sendiri, beresiko. Anda tidak memiliki kontrol atas ini, tetapi Anda bisa mendapatkan manfaat dengan memiliki rencana kontingensi untuk mengatasi mereka jika mereka harus terjadi.
  • Siapa pesaing yang ada atau potensi Anda?
  • Faktor-faktor apa yang di luar kendali Anda dapat menempatkan Anda pada risiko bisnis?
  • Apakah ada tantangan yang diciptakan oleh tren yang tidak menguntungkan atau pengembangan yang dapat menyebabkan memburuknya pendapatan atau keuntungan?
  • Situasi apa yang mungkin mengancam upaya pemasaran Anda?
  • Apakah ada perubahan yang signifikan dalam harga pemasok atau ketersediaan bahan baku?
  • Bagaimana pergeseran perilaku konsumen, ekonomi, atau peraturan pemerintah yang bisa mengurangi penjualan Anda?
  • Produk baru atau teknologi yang diperkenalkan yang membuat produk Anda, peralatan, atau jasa Anda usang?

entrepreneurship kepemimpinan leadhership note

Prosedur Dan Syarat-Syarat Penerbitan Surat Ijin Usaha Perdagangan

PROSEDUR DAN SYARAT - SYARAT PENERBITAN SURAT IJIN USAHA PERDAGANGAN

( BERDASARKAN SK. BUPATI MALANG NO. 21 TAHUN 2002 TENTANG SURAT IJIN USAHA PERDAGANGAN )


A. Perseroan Terbatas (PT)
    1. Fotocopy Akta Pendirian Perusahaan
    2. Fotocopy Surat Keputusan Pengesahan Badan Hukum dari Menteri Kehakiman
    3. Fotocopy KTP Direktur / penanggung jawab
    4. Fotocopy NPWP Perusahaan
    5. Fotocopy Surat Ijin Tempat Usaha dan HO bagi perusahaan yang dipersyaratkan
    6. Neraca awal perusahaan
    7. Fotocopy pelunasan PBB tempat usaha
    8. Pas photo penanggung jawab 3 x 4 sebanyak 3 lembar

B. Perorangan
    1. Foto copy Surat Keterangan Tempat Usaha (HO) bagi Perusahaan yang dipersyaratkan
    2. Foto copy KTP pemilik / penanggung jawab Perusahaan

C. Perusahaan Koperasi
    1. Foto copy Akta Pendirian Koperasi yang telah mendapatkan pengesahan dari instansi berwenang
    2. Foto copy KTP pimpinan/ketua koperasi
    3. Foto kopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
    4. Foto copy Surat ijin Tempat Usaha dari instansi yang membidangi bagi kegiatan usaha perdagangan
        yang disyaratkan Surat Ijin Usaha (SITU) berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang
        berlaku
    5. Neraca Awal
    6. Foto copy pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan/PBB tempat usaha

D. Perusahaan Persekutuan (CV)
    1. Foto copy Akta Pendirian Perusahaan/ Akta Notaris yang telah didaftarkan pada Pengadilan Negeri
    2. Foto copy KPT pemilik/penanggung jawab perusahaan
    3. Foto copy Nomor Pokok Wajib perusahaan/NPWP perusahaan
    4. Foto copy Surat ijin Tempat Usaha dari instansi yang membidangi bagi kegiatan usaha perdagangan
        yang disyaratkan Surat Ijin Usaha (SITU) berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang
        berlaku
    5. Neraca Awal
    6. Foto copy pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan/PBB tempat usaha
administrasi bisnis entrepreneurship

Ketrampilan Menangani Sulit




Sering kali kita dihadapkan situasi sulit orang lain, situasi itu muncul dikarenakan hal-hal yang diluar dugaan, ataupun diluar kontrol, atau karena panik.
Nah, apa yang bisa kita berikan sebagai sumbangsih positif bila orang lain mempercayakan kisahnya kepada kita sebagai nara sumber curhatnya (curahan hati, hehe....)
Apabila kita salah dalam menanggapinya maka akan semakin sulit karena input yang tidak tepat dari kita, atau justru semakin memperkeruh situasi sulit tersebut, atau justru membakar orang-orang sekeliling kita bila kita mengkambing hitamkan orang lain hanya untuk mencari simpati dan memanfaatkan situasi.
Ijinkan saya berbagi....
Tenangkan Diri

  • Ketenangan bisa kita dapatkan jika Anda menguasai materi/product Knowledge sebuah permasalahan, tapi jangan sok tau atau “kemeruh”
  • Pernafasan, relaksasi, visualisasi
  • Self-Talk, yakinkan bahwa Anda bisa
Upayakan Menyimak

  • Menyimak dengan empati, menunjukkan dan memastikan bahwa kita memperhatikan, mendengarkan, dan memahami situasi tersebut
  • Lakukan komunikasi dengan bahasa yang efektif, care, dan hindari menyalahkan
  • Hindarkan melihat negoisasi maupun komuikasi sebagai sebuah konfrontasi
  • Hindarkan ambisi untuk memenangkan pembicaraan/dominasi, akan tetapi jangan hanyut terbawa permasalahan karena akan membawa kita pada situasi tidak obyektif.
Nyatakan Maaf Dan Pengertian

  • Nyatakan maaf jika permasalahan itu melibatkan diri kita, team team, atau orang2 yang sekiranya menjadi tanggung jawab kita, serta nyatakan bahwa kita mengerti dan memahami apa yang menjadi permasalahan lawan bicara kita.
  • “ Saya dapat memahami dengan kekecewaan Bapak/Ibu/Saudara....atas sistem kami.....
  • “ Saya mohon maaf atas ketidaknyamanan/kekecewaan Bapak/Ibu terhadap sistem kami..
Telusuri Permasalahan

  • Telusuri dengan seksama permasalahan yang muncul dan penyebabnya baik faktor internal maupun external jika permasalahan yang muncul dalam lingkup perusahaan atau organisasi.
  • Koordinasi dan Investigasi bila perlu, alangkah baiknya lakukan pertanyaan secara tertutup jika bersifat privacy .
  • Hindarkan menggali informasi dari orang lain, hindari “rasan-rasan” karena akan semakin memperlebar situasi sulit tersebut, dan justru kita akan mencipatkan masalah baru. Belum tentu orang lain tersebut akan selalu simpati dengan gaya Anda.
  • Simpulkan
Ajukan Solusi

  • Kembangkan alternatif pemecahan permasalahan, urutkan skala prioritasnya, serta tawarkan mana yang sekiranya paling nyaman menurut klien kita.
  • Tunjukkan keinginan untuk membantu dan menyelesaikan masalah tersebut walau terkadang kita tidak dapat menyelesaikannya.
Selesaikan Dengan Posistif

Win win Solution, minimal Anda tunjukkan inti permasalahanya serta memberikan bimbingan positif untuk mengurangi permasalahan.
entrepreneurship kepemimpinan leadhership note

 

Copyright © zensis ™ is a registered trademark.
Blogger Templates Designed by Templateism . Hosted on Blogger Platform.